Selasa, 15 Februari 2011

Khrisna Pabichara: Pernah Menjabat Sekretaris Desa

Pernah Menjabat Sekretaris Desa
Oleh: Muhammad Nursam


SEBELUM hijrah ke Bogor, pria kelahiran Makassar, 10 November 1975 ini pernah mengajar di salah satu Madrasah Aliyah di Jeneponto, Sulsel. Menariknya, Khrisna mengajarkan tiga mata pelajaran sekaligus. Ketiganya merupakan mata pelajaran yang cukup “ditakuti” siswa, yakni Matematika, Fisika, dan Akuntansi.

Mengajar mata pelajaran rumit, tak berarti dia ditakuti oleh siswanya. Sebaliknya, siswa-siswa yang belajar kepadanya justru suka dengan cara mengajar Khrisna. Itu karena dia termasuk guru yang cukup gaul dan populer di kalangan siswa Madrasah Aliyah di sana.

Menjadi pengajar hanya dilakoni Khrisna selama dua tahun, yaitu tahun 1996 hingga 1997. Dia kemudian berhijrah ke Bogor atas saran salah seorang gurunya saat masih duduk di bangku SMA, Asia Ramli Prapanca, salah seorang budayawan Sulsel.

"Saya ke Bogor karena tujuan. Guru SMA saya, Asia Ramli Prapanca, memberi tanggapan usai membaca tulisan saya. Katanya, saya akan lebih berkembang jika bermukim di Jawa. Selain karena saran beliau, saya juga ingin bertualang dan ingin mencoba dunia baru. Ada tantangan besar ketika kita keluar dari wilayah yang nyaman," katanya.

Tahun 1997, Khrisna berangkat ke Bogor. Di sana, dia disambut Muhammad Natsir, adik dari Ibunya, Shafiya Djumpa. Lima bulan pertama Khrisna keliling Jakarta hanya untuk mendatangi orang-orang yang dikaguminya. Seperti Putu Wijaya, WS Rendra, dan Emha Ainun Najib. Dia juga sempat mendatangi beberapa redaktur media seperti Republika dan Kompas, sayangnya dia hanya bertemu Ahmadun Yosi Herfanda yang saat itu bekerja sebagai redaktur sastra Harian Republika.

Di Bogor, Khrisna pernah dipercaya menjadi seorang Sekdes. Tepatnya di Desa Pangkal Jaya, Kecamatan Nanggung, Bogor. Di sanalah dia bertemu Mamas Aurora Masyitoh dan berteman akrab. Kemudian pada September 2004 mereka memutuskan untuk menikah.

Kini, Khrisna Pabichara telah dikaruniai seorang anak. Dia telah malang melintang di seluruh Indonesia sebagai motivator pengembangan kecakapan diri dan kepenulisan sekaligus pengarang buku best-seller nasional “Rahasia Melatih Daya Ingat: Cara Revolusioner Meningkatkan Kecerdasan Otak dalam Waktu Sekejap”. Sudah 12 judul buku yang menjadi karyanya. (sam)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar