DARI MANA DATANGNYA IDE?
Oleh: Khrisna Pabichara
“Ide itu binatang liar. Cari dan jinakkan!”
—Khrisna Pabichara
Pertanyaan sederhana yang kerap diajukan kepada saya di dunia maya adalah, “Dari mana datangnya ide?” Seperti biasa, selalu saya jawab dengan cara sederhana pula, “Ide bisa datang dari mana saja, kapan saja, dan di mana saja.” Ya, ide tak kenal kompromi. Bisa datang bahkan pada saat yang paling tidak kita duga sama sekali. Karena itu, begitu ide datang, harus segera ditangkap dan dijinakkan.
Kita semua menyadari bahwa aset paling berharga bagi pengarang adalah ide. Semua hasil karya sastra bermula dari ide. Ide membuat apa yang Anda tulis tidak sama dengan yang ditulis oleh orang lain. Manakala tema yang Anda sasar sama dengan topik yang dibahas pengarang lain, maka ide bisa menjadi pembeda.
Jika ada harta paling berharga yang harus Anda kumpulkan sebagai seorang pengarang, maka tak ada pilihan selain ide. Artinya, semakin banyak ide yang Anda miliki, semakin kaya Anda selaku pengarang. Gelar yang paling mengerikan bagi setiap pengarang adalah miskin ide. Dan perilaku paling memalukan bagi seorang pengarang adalah memalsukan ide (baca: plagiasi).
Ide tidaklah seperti hujan yang bisa tercurah begitu saja dari langit. Kita pun tidak mungkin menjadi pengarang kaya ide hanya dengan merapal mantra sim salabim atau abrakadabra. Jangan juga berharap menjadi Aladin yang bisa apa saja karena lampu ajaib yang dipunyainya.
Kata kuncinya: ide itu harus dicari.
Ide, konon, bersifat setali tiga uang dengan maling—kerap datang tak diundang, pergi tanpa pamitan. Ia bisa muncul tiba-tiba, kadang hanya sekelebat ketika sedang buang hajat, lagi asyik ngerumpi dengan teman curhat, sedang mengendarai motor atau mobil, saat bekerja, atau kapan saja. Datangnya pun kerap tanpa kabar.
Begitulah. Ide itu bak binatang liar. Maka, tugas pertama Anda—jika bermimpi jadi pengarang—adalah menangkap, menjinakkan, dan mengandangkannya.
Lalu, bagaimana cara mendapatkan ide?
Kita mulai sekarang mencari asal-muasal ide. Ada tiga bekal yang harus Anda siapkan dalam petualangan mencari ide. Pertama, banyak berjalan. Dari bekal ini, Anda akan memperoleh hasil banyak melihat. Kedua, banyak buku. Lewat bekal ini, Anda harus mengolahnya dengan banyak membaca. Ketiga, banyak bergaul. Melalui bekal ini, Anda pasti akan banyak mendengar.
Sederhana, bukan? Memang begitulah adanya.
Tak perlu ribet menepuk jidat atau mengerutkan kening hanya untuk menjaring ide. Segera lakukan. Keluar dari kamar, berjalan di seputar kompleks, amati apa dan siapa saja, rekam dalam memori Anda, lalu kembali ke kamar dan catat.
Anda juga bisa meniru gaya Putu Wijaya dalam menjaring ide. Nongkrong di depan televisi, lalu memutar channel berita. Maka lahirlah serentet ide yang—ketika dikemas dengan apik—dapat menjadi cerita yang dahsyat dan penuh pukau. Hal berbeda dilakukan oleh Bambang Trim, seorang penulis ternama, yang mengail ide dari pelbagai katalog buku yang kerap didaras banyak penerbit. Dari judul-judul buku yang terbaca olehnya, mencuat rupa-rupa ide. Ada lagi teman saya yang menjaring ide di tengah keramaian, Bamby Cahyadi. Ia memilih duduk di tengah riuh mal, lalu melamun liar—memainkan imajinasi—dan membayangkan cerita demi cerita.
Bagaimana dengan Anda?
Saya yakin, Anda pun sebenarnya sangat kaya ide. Yang Anda butuhkan adalah menemukan, menjinakkan, dan membiakkan ide itu.
Takalar, Februari 2011
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label motivasi. Tampilkan semua postingan
Senin, 14 Februari 2011
Senin, 22 Februari 2010
[Artikel Motivasi] Mendongkrak Kinerja Otak
Catatan: Artikel motivasi belajar ini dianggit khusus untuk mengisi Rubrik OkeLearning di situs remaja www.inioke.com. Semoga bermanfaat. Dan, sila Anda bertandang ke situs remaja yang oke banget dan bermanfaat ini.
MENDONGKRAK KINERJA OTAK
Oleh Khrisna Pabichara
PERNAHKAH kamu bayangkan bagaimana caranya otak bekerja? Pernahkah kamu pikirkan apa yang akan terjadi andai saja otakmu tiba-tiba mogok kerja? Pernahkah kamu merasa sangat tersiksa karena hapalan yang pernah kamu ingat di luar kepala, tiba-tiba lupa justru ketika kamu sangat membutuhkannya?
Mungkin kamu bertanya, “Apakah untuk menjadi siswa yang cerdas kita harus memahami anatomi dan jalur otak?” Memang, untuk menjadi siswa berprestasi, kamu tidak mesti sibuk membuka buku demi buku yang menjelaskan anatomi dan struktur otak. Namun, penting bagimu untuk mengetahui cara kerja otak. Kenapa? Karena ini berhubungan dengan kecakapan belajar (learning skill). Selain itu, kamu juga perlu mengetahui bagaimana caranya mendongkrak kinerja otak, karena hal ini berkaitan dengan percepatan pembelajaran. Artinya, kamu membutuhkan informasi tentang cara kerja dan bagaimana meningkatkan kinerja otak. Setelah itu, manfaatkan informasi itu.
SEBELUM kita membincangkan beberapa trik cespleng untuk mendongkrak kinerja otak, ada baiknya kita ”bermain-main” dengan bagian tubuh kita yang bisa disimpan rapi di atas belahan telapak tangan kita. Otak, bobotnya hanya 1,5 kg. Meski hanya menggunakan 20% dari energi tubuh kita, tetapi beban yang ditanggungnya amat berat.
Bayangkan! Otak menanggung nyaris semua tanggung jawab kehidupan kita, seperti menciptakan peradaban, menghasilkan karya seni, ilmu, dan bahasa. Otak bertindak pula selaku pengendali perilaku kita; seperti tidur, bernafas, berkedip, mengatur irama jantung, menghangatkan tubuh, bahkan menyesuaikan kuasa indrawi dengan suhu atau cuaca. Selain itu, kita menumpukkan pikiran kita, emosi kita, harapan kita, hanya pada satu tempat: otak. Maka, bagaimana kamu bisa mengabaikan latihan rutin untuk pertumbuhan dan kemampuan otakmu?
O ya, Profesor Marion Diamond, pernah meminta cuti kerja selama sehari pada Universitas California di Barkeley, hanya untuk menguraikan dengan tepat tentang cara kerja otak. Hal ini diungkapkan oleh Gordon Dryden dan Jeannette Vos dalam bukunya Revolusi Cara Belajar. Diamond memulai penjelasannya dari bagian dasar otak. Namanya, medulla. Bagian itu, katanya, mengatur detak jantung dan proses respirasi. Makanya medulla, dengan panjang hanya beberapa inchi, sangat penting bagi kehidupan kita, karena berfungsi sebagai pengatur kedipan mata, menelan, pernapasan, dan kegiatan-kegiatan dasar kehidupan lainnya.
Selanjutnya, ilmuwan yang pernah membedah otak Einstein itu menerangkan bahwa di sisi medulla, ada otak kecil. Namanya, serebelum. Bagian otak inilah yang bertanggung jawab terhadap proses koordinasi dan keseimbangan. Belakangan, diketahui bahwa serebelum juga memiliki peran vital bagi kemampuan belajar dan berbicara.
Di bagian belakang kening kamu terdapat lobus frontal. Bagian ini berperan penting bagi pengembangan kepribadian kamu, pengurutan ide-ide, atau perencanaan masa depan. Itulah mengapa secara refleks jika berpikir, banyak orang suka memegang jidatnya. Bagian ini pula, lobus frontal, yang membedakan manusia dengan nenek moyangnya. Terutama dalam hal perkembangan daya pikir yang terus bertumbuh seiring pertumbuhan manusia. Di belakang kening, juga terdapat bagian yang disebut area pengendali ucapan. Nama kerennya, motor speach area. Sedangkan untuk memahami kata-kata, masih di bagian belakang kening, ada bagian otak-pendengar.
Sambil membedah otak, Diamond menjelaskan setiap area, nama dan fungsinya. Ia menunjukkan bagian otak yang mengendalikan perasaan, rasa sakit, tekanan, sentuhan, dan pendengaran. Juga area yang menggerakkan tungkai, lengan, dan jari-jari. Jadi, jika otak kamu lumpuh, kaki dan tangan kamu pun pasti lumpuh. Begitu pula jantung, mata, dan bagian tubuh lainnya.
Peneliti otak terkemuka itu, ketika sampai pada sistem limbik, mulai mengungkap rahasia yang lebih dalam: bagian otak yang berhubungan dengan kemarahan, ketakutan, emosi, cinta, gairah, dan seksualitas. Selain itu, ditegaskan bahwa otak memiliki daya untuk menunjukkan dan menghentikan rasa sakit.
”Saya dapat menunjukkan kenyataan kepadamu,” kata Prefesor Diamond, ”bahwa otak dapat berubah pada usia berapa pun, sejak lahir sampai akhir kehidupan.” Artinya, otak dapat dikembangkan, sama seperti kemampuan tubuh lainnya. Otak dapat berubah secara positif jika dibiasakan pada lingkungan yang selalu terjadi rangsangan. Sebaliknya, otak akan menjadi negatif jika tidak mendapatkan rangsangan.
Nah, sekarang, bagaimana merangsang otak? Itulah gunanya kamu baca tulisan ini.
BAIKLAH, simak dengan cermat beberapa trik berikut ini. Kalau perlu, catat. Simpan. Baca setiap kamu memiliki kesempatan.
1. Mulai pelajari mekanisme kerja otak. Otak kita memiliki kemampuan untuk menerima, mengatur, dan menempatkan memori. Untuk meningkatkan kinerjanya, rahasianya adalah pembiasaan mental. Ketika kamu mendapat pertanyaan, ”Jakarta adalah ibukota negara mana?” Dengan mudah kamu akan menjawab Indonesia. Mengapa? Karena kamu sudah biasa mendengarnya. Otakmu sudah sering menerima informasi itu, sehingga bisa menempatkan dengan mudah ketika kamu menginginkannya. Namun, berbeda jika kamu mendapat pernyataan yang tidak lazim. Misalnya, ”Arfi dan Amal suka biologi, sementara Kiky dan Rezky suka matematika. Selain itu, Arfi dan Kiky juga suka fisika. Siapa yang suka biologi dan fisika?” Saya yakin, kamu butuh waktu lebih banyak untuk menemukan jawaban pertanyaan itu, karena kamu belum terbiasa.
2. Berlatihlah menggunakan daya pikirmu. Periksalah beberapa kemungkinan dari sebuah situasi. Gunakan pertanyaan, ”Apa yang terjadi bila...?” Misalnya, ”Apa yang terjadi bila saya tidak lulus Ujian Nasional?” Cobalah kamu jawab pertanyaan itu. Sebanyak mungkin. Gunakan waktu sekitar sepuluh menit, setiap hari. Hanya sepuluh menit. Kembangkan pertanyaan dan situasi yang lain. Waktunya tetap, sepuluh menit. Sekali lagi, berlatihlah selama sepuluh menit setiap hari dengan situasi yang berbeda-beda. Saya yakin, jika kamu disiplin, dalam sebulan kamu akan terkesima melihat perkembangan kemampuan otakmu. Selamat mencoba!
3. Biasakan berolahraga. Ingat, gerakan yang dilakukan secara rutin dan teratur dapat menjadi faktor penunjang pertumbuhan yang mendorong perpanjangan dendrite-mu. Bahkan, jika bisa, biasakanlah setiap hari senam otak. Bagi yang pernah mengikuti pelatihan Learning Revolution, pasti sudah lincah bersenam-otak setiap hari. Jika belum, olah raga saja. Jangan paksa dirimu belajar dengan duduk berdiam diri selama berjam-jam. Berdirilah. Bergerak. Kalau perlu, belajar di luar kamar. Di teras, di halaman, atau di taman. Tapi, jangan di mal. Nanti malah mejeng dan ngerumpi.
4. Konsumsi makanan yang dapat menunjang kinerja otak. Makan multivitamin. Penelitian membuktikan bahwa makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang cukup adalah cara paling jitu memelihara otak. Tidak hanya itu, multivitamin juga dapat menunjang pertumbuhan kecerdasan emosional di semua tingkatan usia. Satu lagi, vitamin B sangat penting untuk merawat otak yang menua, mencegah demensia dan depresi pada usia tua. Jadi, segera konsumsi vitamin dan mineral secukupnya. Utamakan buah yang segar atau makanan yang mengandung vitamin B, C, dan E dalam jumlah yang cukup. Apalagi jika mengandung zat yang sangat dibutuhkan otak, seperti asam alfa lipoik dan koenzim Q10. Umumnya buah-buahan dan sayuran, yang mengandung antioksidan, dapat meremajakan otak. Jika cemilanmu adalah anggur, apel, prem, dan kismis─bukan keripik kentang, kamu dapat meningkatkan kemampuan intelektual dan kecerdasan emosionalmu.
5. Ganti kopi dengan teh. Sekali lagi, minum teh. Bukan kopi. John Weisburger, peneliti di American Health Foundation, menegaskan bahwa minum teh adalah cara termudah dan tercepat untuk memasukkan antioksidan ke dalam tubuh dan otak. Simpanlah sekantung teh dalam secangkir air mendidih. Biarkan teh itu dicerap air panas sekitar lima menit. Lalu, minumlah. Dalam waktu singkat, kamu sudah memasukkan 1.200 ORAC antioksidan, seperempat dari jumlah yang disarankan untuk kebutuhan harianmu. Es teh juga bisa. Tapi, jangan teh botol, karena menurut analisis Tufts, kandungan antioksidan dalam teh botol dan teh tepung sudah berkurang. Jadi, jika kamu sayang otakmu, ganti kopi dengan teh. Sekarang juga.
DEMIKIAN. Saya yakin, artikel ini bermanfaat bagimu. Namun, tidak ada artinya, jika kamu semata membacanya, tetapi tidak bertindak apa-apa.
Jadi, do it now!
Jakarta, Februari 2010
MENDONGKRAK KINERJA OTAK
Oleh Khrisna Pabichara
PERNAHKAH kamu bayangkan bagaimana caranya otak bekerja? Pernahkah kamu pikirkan apa yang akan terjadi andai saja otakmu tiba-tiba mogok kerja? Pernahkah kamu merasa sangat tersiksa karena hapalan yang pernah kamu ingat di luar kepala, tiba-tiba lupa justru ketika kamu sangat membutuhkannya?
Mungkin kamu bertanya, “Apakah untuk menjadi siswa yang cerdas kita harus memahami anatomi dan jalur otak?” Memang, untuk menjadi siswa berprestasi, kamu tidak mesti sibuk membuka buku demi buku yang menjelaskan anatomi dan struktur otak. Namun, penting bagimu untuk mengetahui cara kerja otak. Kenapa? Karena ini berhubungan dengan kecakapan belajar (learning skill). Selain itu, kamu juga perlu mengetahui bagaimana caranya mendongkrak kinerja otak, karena hal ini berkaitan dengan percepatan pembelajaran. Artinya, kamu membutuhkan informasi tentang cara kerja dan bagaimana meningkatkan kinerja otak. Setelah itu, manfaatkan informasi itu.
SEBELUM kita membincangkan beberapa trik cespleng untuk mendongkrak kinerja otak, ada baiknya kita ”bermain-main” dengan bagian tubuh kita yang bisa disimpan rapi di atas belahan telapak tangan kita. Otak, bobotnya hanya 1,5 kg. Meski hanya menggunakan 20% dari energi tubuh kita, tetapi beban yang ditanggungnya amat berat.
Bayangkan! Otak menanggung nyaris semua tanggung jawab kehidupan kita, seperti menciptakan peradaban, menghasilkan karya seni, ilmu, dan bahasa. Otak bertindak pula selaku pengendali perilaku kita; seperti tidur, bernafas, berkedip, mengatur irama jantung, menghangatkan tubuh, bahkan menyesuaikan kuasa indrawi dengan suhu atau cuaca. Selain itu, kita menumpukkan pikiran kita, emosi kita, harapan kita, hanya pada satu tempat: otak. Maka, bagaimana kamu bisa mengabaikan latihan rutin untuk pertumbuhan dan kemampuan otakmu?
O ya, Profesor Marion Diamond, pernah meminta cuti kerja selama sehari pada Universitas California di Barkeley, hanya untuk menguraikan dengan tepat tentang cara kerja otak. Hal ini diungkapkan oleh Gordon Dryden dan Jeannette Vos dalam bukunya Revolusi Cara Belajar. Diamond memulai penjelasannya dari bagian dasar otak. Namanya, medulla. Bagian itu, katanya, mengatur detak jantung dan proses respirasi. Makanya medulla, dengan panjang hanya beberapa inchi, sangat penting bagi kehidupan kita, karena berfungsi sebagai pengatur kedipan mata, menelan, pernapasan, dan kegiatan-kegiatan dasar kehidupan lainnya.
Selanjutnya, ilmuwan yang pernah membedah otak Einstein itu menerangkan bahwa di sisi medulla, ada otak kecil. Namanya, serebelum. Bagian otak inilah yang bertanggung jawab terhadap proses koordinasi dan keseimbangan. Belakangan, diketahui bahwa serebelum juga memiliki peran vital bagi kemampuan belajar dan berbicara.
Di bagian belakang kening kamu terdapat lobus frontal. Bagian ini berperan penting bagi pengembangan kepribadian kamu, pengurutan ide-ide, atau perencanaan masa depan. Itulah mengapa secara refleks jika berpikir, banyak orang suka memegang jidatnya. Bagian ini pula, lobus frontal, yang membedakan manusia dengan nenek moyangnya. Terutama dalam hal perkembangan daya pikir yang terus bertumbuh seiring pertumbuhan manusia. Di belakang kening, juga terdapat bagian yang disebut area pengendali ucapan. Nama kerennya, motor speach area. Sedangkan untuk memahami kata-kata, masih di bagian belakang kening, ada bagian otak-pendengar.
Sambil membedah otak, Diamond menjelaskan setiap area, nama dan fungsinya. Ia menunjukkan bagian otak yang mengendalikan perasaan, rasa sakit, tekanan, sentuhan, dan pendengaran. Juga area yang menggerakkan tungkai, lengan, dan jari-jari. Jadi, jika otak kamu lumpuh, kaki dan tangan kamu pun pasti lumpuh. Begitu pula jantung, mata, dan bagian tubuh lainnya.
Peneliti otak terkemuka itu, ketika sampai pada sistem limbik, mulai mengungkap rahasia yang lebih dalam: bagian otak yang berhubungan dengan kemarahan, ketakutan, emosi, cinta, gairah, dan seksualitas. Selain itu, ditegaskan bahwa otak memiliki daya untuk menunjukkan dan menghentikan rasa sakit.
”Saya dapat menunjukkan kenyataan kepadamu,” kata Prefesor Diamond, ”bahwa otak dapat berubah pada usia berapa pun, sejak lahir sampai akhir kehidupan.” Artinya, otak dapat dikembangkan, sama seperti kemampuan tubuh lainnya. Otak dapat berubah secara positif jika dibiasakan pada lingkungan yang selalu terjadi rangsangan. Sebaliknya, otak akan menjadi negatif jika tidak mendapatkan rangsangan.
Nah, sekarang, bagaimana merangsang otak? Itulah gunanya kamu baca tulisan ini.
BAIKLAH, simak dengan cermat beberapa trik berikut ini. Kalau perlu, catat. Simpan. Baca setiap kamu memiliki kesempatan.
1. Mulai pelajari mekanisme kerja otak. Otak kita memiliki kemampuan untuk menerima, mengatur, dan menempatkan memori. Untuk meningkatkan kinerjanya, rahasianya adalah pembiasaan mental. Ketika kamu mendapat pertanyaan, ”Jakarta adalah ibukota negara mana?” Dengan mudah kamu akan menjawab Indonesia. Mengapa? Karena kamu sudah biasa mendengarnya. Otakmu sudah sering menerima informasi itu, sehingga bisa menempatkan dengan mudah ketika kamu menginginkannya. Namun, berbeda jika kamu mendapat pernyataan yang tidak lazim. Misalnya, ”Arfi dan Amal suka biologi, sementara Kiky dan Rezky suka matematika. Selain itu, Arfi dan Kiky juga suka fisika. Siapa yang suka biologi dan fisika?” Saya yakin, kamu butuh waktu lebih banyak untuk menemukan jawaban pertanyaan itu, karena kamu belum terbiasa.
2. Berlatihlah menggunakan daya pikirmu. Periksalah beberapa kemungkinan dari sebuah situasi. Gunakan pertanyaan, ”Apa yang terjadi bila...?” Misalnya, ”Apa yang terjadi bila saya tidak lulus Ujian Nasional?” Cobalah kamu jawab pertanyaan itu. Sebanyak mungkin. Gunakan waktu sekitar sepuluh menit, setiap hari. Hanya sepuluh menit. Kembangkan pertanyaan dan situasi yang lain. Waktunya tetap, sepuluh menit. Sekali lagi, berlatihlah selama sepuluh menit setiap hari dengan situasi yang berbeda-beda. Saya yakin, jika kamu disiplin, dalam sebulan kamu akan terkesima melihat perkembangan kemampuan otakmu. Selamat mencoba!
3. Biasakan berolahraga. Ingat, gerakan yang dilakukan secara rutin dan teratur dapat menjadi faktor penunjang pertumbuhan yang mendorong perpanjangan dendrite-mu. Bahkan, jika bisa, biasakanlah setiap hari senam otak. Bagi yang pernah mengikuti pelatihan Learning Revolution, pasti sudah lincah bersenam-otak setiap hari. Jika belum, olah raga saja. Jangan paksa dirimu belajar dengan duduk berdiam diri selama berjam-jam. Berdirilah. Bergerak. Kalau perlu, belajar di luar kamar. Di teras, di halaman, atau di taman. Tapi, jangan di mal. Nanti malah mejeng dan ngerumpi.
4. Konsumsi makanan yang dapat menunjang kinerja otak. Makan multivitamin. Penelitian membuktikan bahwa makanan yang mengandung vitamin dan mineral yang cukup adalah cara paling jitu memelihara otak. Tidak hanya itu, multivitamin juga dapat menunjang pertumbuhan kecerdasan emosional di semua tingkatan usia. Satu lagi, vitamin B sangat penting untuk merawat otak yang menua, mencegah demensia dan depresi pada usia tua. Jadi, segera konsumsi vitamin dan mineral secukupnya. Utamakan buah yang segar atau makanan yang mengandung vitamin B, C, dan E dalam jumlah yang cukup. Apalagi jika mengandung zat yang sangat dibutuhkan otak, seperti asam alfa lipoik dan koenzim Q10. Umumnya buah-buahan dan sayuran, yang mengandung antioksidan, dapat meremajakan otak. Jika cemilanmu adalah anggur, apel, prem, dan kismis─bukan keripik kentang, kamu dapat meningkatkan kemampuan intelektual dan kecerdasan emosionalmu.
5. Ganti kopi dengan teh. Sekali lagi, minum teh. Bukan kopi. John Weisburger, peneliti di American Health Foundation, menegaskan bahwa minum teh adalah cara termudah dan tercepat untuk memasukkan antioksidan ke dalam tubuh dan otak. Simpanlah sekantung teh dalam secangkir air mendidih. Biarkan teh itu dicerap air panas sekitar lima menit. Lalu, minumlah. Dalam waktu singkat, kamu sudah memasukkan 1.200 ORAC antioksidan, seperempat dari jumlah yang disarankan untuk kebutuhan harianmu. Es teh juga bisa. Tapi, jangan teh botol, karena menurut analisis Tufts, kandungan antioksidan dalam teh botol dan teh tepung sudah berkurang. Jadi, jika kamu sayang otakmu, ganti kopi dengan teh. Sekarang juga.
DEMIKIAN. Saya yakin, artikel ini bermanfaat bagimu. Namun, tidak ada artinya, jika kamu semata membacanya, tetapi tidak bertindak apa-apa.
Jadi, do it now!
Jakarta, Februari 2010
Label:
artikel,
khrisna pabichara,
kinerja otak,
motivasi,
www.inioke.com
Sabtu, 30 Januari 2010
[ARTIKEL MOTIVASI] Paksa, Cinta, dan Pe-De
Catatan: Tulisan ini disajikan untuk mengisi Rubrik Okelearning di www.inioke.com.
PAKSA, CINTA, DAN PE-DE
Oleh Khrisna Pabichara
SUATU KETIKA, Henry Ford berkata, “Berpikir itu pekerjaan yang paling berat, itulah sebabnya hanya sedikit orang yang menyenanginya.” Akan tetapi, tidak mengapa, selama di antara orang yang sedikit itu: Kamu ada. Artinya, kamu termasuk yang senang berpikir. Dan, senang belajar.
Ada dua kekayaan besar dalam dirimu. Apabila keduanya digunakan dengan tepat secara maksimal, akan “mengejutkan” kamu. Bahkan, boleh jadi, kamu tidak menduga bisa melakukannya. Kedua kekayaan itu adalah otak dan hati. Pertanyaan pertama yang perlu kamu ajukan: Bagaimana mendayagunakan (empowerment) kedua kekayaan itu? Jawabannya sederhana: paksa dan cinta. Paksa otakmu untuk terus berpikir dengan cara yang menyenangkan. Dan, tanamkan cinta pengetahuan di hatimu. Itulah rahasianya.
Jangan harap kamu bisa disiplin tanpa keberanian memaksa dirimu untuk mematuhi jadwal atau rencana belajar yang sudah ditetapkan. Jangan bermimpi kamu dapat menguasai pelajaran tertentu, bahkan semua mata pelajaran, jika kamu tidak mencintai pelajaran itu.
Tanamkan Rasa Percaya Diri
APAKAH kamu pernah membayangkan dirimu berdiri di atas panggung, mengikuti acara pengalungan medali, karena kamu saat itu menjadi salah satu pemenang Olimpiade Matematika? Pernahkah kamu berharap nilai-nilai Ujian Nasional sangat baik dan “mencengangkan”, sehingga kamu diterima di Perguruan Tinggi idaman? Apakah kamu berharap mendapat “kejutan” berupa hadiah dambaan dari orangtuamu, karena prestasimu yang “luar biasa” di sekolah?
Dengan dua rahasia besar di atas, paksa dan cinta, kamu bisa menggali potensi kekayaanmu—otak dan hati— untuk mewujudkan impian-impian di atas. Jangan mengerdilkan dirimu dengan kalimat-kalimat negatif, seperti: “Ah, aku cuma ini anak petani, tidak mungkin jago biologi.” Itu salah besar. Justru karena kamu anak petani, yang setiap hari bergelut di dunia hayati, kamu memiliki peluang lebih besar menjadi ahli biologi. Mengapa? Kamu bisa melakukan banyak hal, seperti praktek pencangkokan tanaman, pembuatan kompos, uji-coba pakan ternak, dan praktek-praktek lain yang dapat melapangkan jalanmu.
Ingat, selalu terbuka beragam peluang yang dapat memudahkan kamu meraih apa pun yang kamu inginkan.
Mulai sekarang, singkirkan semua pikiran-pikiran negatif yang menghambat laju prestasimu. Jangan terpengaruh pada cibiran atau cemoohan orang-orang di sekitarmu. Thomas Alva Edison dicap “idiot” oleh teman-teman sekolah dan guru-gurunya, bahkan dikeluarkan dari sekolahnya. Apakah Edison putus asa? Tidak! Ia tetap percaya diri. Lalu, ia giat belajar dan melakukan banyak percobaan. Berat memang, tapi akibat yang diterimanya pun “luar biasa”. Edison berhasil memegang ribuan hak paten sebagai “buah” dari keyakinan hatinya itu.
Kamu memiliki “segala syarat” yang dibutuhkan untuk menjadi pembelajar cemerlang. Kamu memiliki “semua kapasitas” untuk menjadi Sang Juara. Sekarang, semuanya bergantung pada bagaimana kamu melihat diri sendiri, memperlakukan diri sendiri, dan memanfatkan talenta “bawaan lahir” yang kamu miliki. Inti dari semuanya adalah “percaya diri”. Ya. Kamu harus percaya pada diri dan kemampuanmu. Jika Anda sendiri tidak percaya, bagaimana orang lain mau memercayai kemampuanmu?
Jadi, setelah paksa dan cinta, Anda harus percaya diri.
Jakarta, Januari 2010
PAKSA, CINTA, DAN PE-DE
Oleh Khrisna Pabichara
SUATU KETIKA, Henry Ford berkata, “Berpikir itu pekerjaan yang paling berat, itulah sebabnya hanya sedikit orang yang menyenanginya.” Akan tetapi, tidak mengapa, selama di antara orang yang sedikit itu: Kamu ada. Artinya, kamu termasuk yang senang berpikir. Dan, senang belajar.
Ada dua kekayaan besar dalam dirimu. Apabila keduanya digunakan dengan tepat secara maksimal, akan “mengejutkan” kamu. Bahkan, boleh jadi, kamu tidak menduga bisa melakukannya. Kedua kekayaan itu adalah otak dan hati. Pertanyaan pertama yang perlu kamu ajukan: Bagaimana mendayagunakan (empowerment) kedua kekayaan itu? Jawabannya sederhana: paksa dan cinta. Paksa otakmu untuk terus berpikir dengan cara yang menyenangkan. Dan, tanamkan cinta pengetahuan di hatimu. Itulah rahasianya.
Jangan harap kamu bisa disiplin tanpa keberanian memaksa dirimu untuk mematuhi jadwal atau rencana belajar yang sudah ditetapkan. Jangan bermimpi kamu dapat menguasai pelajaran tertentu, bahkan semua mata pelajaran, jika kamu tidak mencintai pelajaran itu.
Tanamkan Rasa Percaya Diri
APAKAH kamu pernah membayangkan dirimu berdiri di atas panggung, mengikuti acara pengalungan medali, karena kamu saat itu menjadi salah satu pemenang Olimpiade Matematika? Pernahkah kamu berharap nilai-nilai Ujian Nasional sangat baik dan “mencengangkan”, sehingga kamu diterima di Perguruan Tinggi idaman? Apakah kamu berharap mendapat “kejutan” berupa hadiah dambaan dari orangtuamu, karena prestasimu yang “luar biasa” di sekolah?
Dengan dua rahasia besar di atas, paksa dan cinta, kamu bisa menggali potensi kekayaanmu—otak dan hati— untuk mewujudkan impian-impian di atas. Jangan mengerdilkan dirimu dengan kalimat-kalimat negatif, seperti: “Ah, aku cuma ini anak petani, tidak mungkin jago biologi.” Itu salah besar. Justru karena kamu anak petani, yang setiap hari bergelut di dunia hayati, kamu memiliki peluang lebih besar menjadi ahli biologi. Mengapa? Kamu bisa melakukan banyak hal, seperti praktek pencangkokan tanaman, pembuatan kompos, uji-coba pakan ternak, dan praktek-praktek lain yang dapat melapangkan jalanmu.
Ingat, selalu terbuka beragam peluang yang dapat memudahkan kamu meraih apa pun yang kamu inginkan.
Mulai sekarang, singkirkan semua pikiran-pikiran negatif yang menghambat laju prestasimu. Jangan terpengaruh pada cibiran atau cemoohan orang-orang di sekitarmu. Thomas Alva Edison dicap “idiot” oleh teman-teman sekolah dan guru-gurunya, bahkan dikeluarkan dari sekolahnya. Apakah Edison putus asa? Tidak! Ia tetap percaya diri. Lalu, ia giat belajar dan melakukan banyak percobaan. Berat memang, tapi akibat yang diterimanya pun “luar biasa”. Edison berhasil memegang ribuan hak paten sebagai “buah” dari keyakinan hatinya itu.
Kamu memiliki “segala syarat” yang dibutuhkan untuk menjadi pembelajar cemerlang. Kamu memiliki “semua kapasitas” untuk menjadi Sang Juara. Sekarang, semuanya bergantung pada bagaimana kamu melihat diri sendiri, memperlakukan diri sendiri, dan memanfatkan talenta “bawaan lahir” yang kamu miliki. Inti dari semuanya adalah “percaya diri”. Ya. Kamu harus percaya pada diri dan kemampuanmu. Jika Anda sendiri tidak percaya, bagaimana orang lain mau memercayai kemampuanmu?
Jadi, setelah paksa dan cinta, Anda harus percaya diri.
Jakarta, Januari 2010
Label:
khrisna pabichara,
motivasi,
www.inioke.com
Kamis, 08 Oktober 2009
"12 Rahasia Pembelajar Cemerlang"
Catatan: Buku "12 Rahasia Pembelajar Cemerlang", ternyata mendapat sambutan hangat dari para pembaca, terbukti dengan larisnya cetakan pertama sebanyak 5.000 eksemplar (Januari 2007) dan cetakan kedua 5.000 eksemplar (Mei 2007). Saat ini, Oktober 2009, sedang proses cetakan ketiga. Bagaimana dengan Anda? Sudahkah Anda memiliki buku “berharga” ini?
Berikut ini saya akan bertutur tentang keistimewaan buku ini, yang tidak akan Anda temukan pada buku bertema sama. Tulisan ini saya nukil dari pengantar buku tersebut, sebagai gambaran bagi Sahabat Pembelajar. Semoga menjadi motivasi bagi "semangat" dan "gairah" belajar kita semua.
ADA APA DENGAN BUKU INI?
APAKAH ANDA pernah berharap pada akhir tahun ajaran, Anda berdiri di atas panggung menerima penghargaan sebagai pembelajar terbaik? Apakah Anda sering mengalami kesulitan memahami pembelajaran tertentu? Apakah Anda sering bingung pada saat menghadapi tes atau ujian yang mendadak? Jika ‘ya’, Anda harus mengambil keputusan jitu, membaca buku ini.
Sebagian besar manusia pembelajar (siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum) merasa tidak nyaman belajar dan tidak mampu: menyimak sesuatu yang semestinya disimak, memahami sesuatu yang seharusnya dipahami, serta mengerti sesuatu yang seharusnya dimengerti. Pada umumnya, mereka merasakan belajar itu pekerjaan yang sangat berat, sulit, membosankan, dan melelahkan. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga merasa bahwa belajar itu kurang menyenangkan? Beruntunglah jika Anda bisa enjoy dan fun menikmati proses belajar. Akan tetapi, jika ‘tidak’, Anda tidak perlu panik. Hanya bermodalkan sedikit nyali, bersama buku ini, beberapa pembelajar telah berhasil menemukan cara belajar secara lebih asyik dan lebih menyenangkan (edutainment).
Saya berharap, Anda pun berani melakukan hal yang sama. Akan tetapi, buku ini bukan segalanya. Buku ini jangan dianggap seperti peri (dengan tongkat saktinya dalam sekejap dapat menyulap Anda menjadi manusia pembelajar yang cerdas). Sebaliknya, Anda memandang buku ini sebagai teman yang Anda butuhkan dalam menemukan cara-cara baru belajar yang lebih efektif.
So, tunggu apa lagi? Inilah saatnya Anda bangkit!
Buku ini adalah solusi cerdas untuk menemani Anda menyerap dan mengolah informasi tentang cara baru belajar yang siap pakai untuk kemudian Anda manfaatkan dalam kehidupan. Kandungan buku ini mengungkap 12 rahasia yang dapat membantu Anda menemukan, memanfaatkan, dan mendayagunakan (empowerment) seluruh potensi diri, sehingga dapat menemukan cara-cara belajar yang bisa membuat Anda berteriak penuh semangat: WOW! Belajar itu ternyata menyenangkan. Semua manusia pembelajar (siswa-mahasiswa, guru-dosen, pria-wanita, tua-muda) sangat membutuhkan buku ini, termasuk Anda.
Di dalam buku ini, Anda pun akan menjumpai pesan-pesan utama berupa quotation, fatwa-fatwa religius, dan kata-kata bijak beberapa pembelajar sukses dan ternama. Saya berharap pesan-pesan utama tersebut dapat menjelma menjadi spirit of change, menginspirasi Anda untuk melakukan perubahan signifikan menuju prestasi gemilang.
BAGAIMANA ANDA MENGGUNAKAN BUKU INI?
APAKAH ANDA sering merasa kaku, saat membaca buku harus selalu runut dari bagian depan? Jangan khawatir, buku ini menawarkan banyak kemudahan dan kelebihan. Anda dapat mulai membacanya dari bagian awal, tengah, bahkan dari bagian penutupnya. Semuanya terserah Anda!
Buku ini disusun dengan bahasa yang mudah dimengerti. Semua isinya adalah endapan pengalaman saya, selama hampir sepuluh tahun menggeluti profesi sebagai trainer dan motivator pengembangan minat dan kecakapan belajar. Selain itu, Anda bisa menjadikan buku ini sebagai hadiah spesial untuk Anda persembahkan kepada orang terdekat Anda, putri-putri Anda, orang tua Anda, sanak-kerabat Anda, atau sahabat terkarib Anda.
Demikianlah, saya berharap dapat membantu Anda menemukan cara-cara baru belajar yang lebih efektif dan lebih fun. Selamat menikmati petualangan membaca buku ini, semoga tetap merasa nyaman dan tetap tertantang.
Senang rasanya berbagi pengetahuan besar kepada Anda.
Berikut ini saya akan bertutur tentang keistimewaan buku ini, yang tidak akan Anda temukan pada buku bertema sama. Tulisan ini saya nukil dari pengantar buku tersebut, sebagai gambaran bagi Sahabat Pembelajar. Semoga menjadi motivasi bagi "semangat" dan "gairah" belajar kita semua.
ADA APA DENGAN BUKU INI?
APAKAH ANDA pernah berharap pada akhir tahun ajaran, Anda berdiri di atas panggung menerima penghargaan sebagai pembelajar terbaik? Apakah Anda sering mengalami kesulitan memahami pembelajaran tertentu? Apakah Anda sering bingung pada saat menghadapi tes atau ujian yang mendadak? Jika ‘ya’, Anda harus mengambil keputusan jitu, membaca buku ini.
Sebagian besar manusia pembelajar (siswa, mahasiswa, dan masyarakat umum) merasa tidak nyaman belajar dan tidak mampu: menyimak sesuatu yang semestinya disimak, memahami sesuatu yang seharusnya dipahami, serta mengerti sesuatu yang seharusnya dimengerti. Pada umumnya, mereka merasakan belajar itu pekerjaan yang sangat berat, sulit, membosankan, dan melelahkan. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda juga merasa bahwa belajar itu kurang menyenangkan? Beruntunglah jika Anda bisa enjoy dan fun menikmati proses belajar. Akan tetapi, jika ‘tidak’, Anda tidak perlu panik. Hanya bermodalkan sedikit nyali, bersama buku ini, beberapa pembelajar telah berhasil menemukan cara belajar secara lebih asyik dan lebih menyenangkan (edutainment).
Saya berharap, Anda pun berani melakukan hal yang sama. Akan tetapi, buku ini bukan segalanya. Buku ini jangan dianggap seperti peri (dengan tongkat saktinya dalam sekejap dapat menyulap Anda menjadi manusia pembelajar yang cerdas). Sebaliknya, Anda memandang buku ini sebagai teman yang Anda butuhkan dalam menemukan cara-cara baru belajar yang lebih efektif.
So, tunggu apa lagi? Inilah saatnya Anda bangkit!
Buku ini adalah solusi cerdas untuk menemani Anda menyerap dan mengolah informasi tentang cara baru belajar yang siap pakai untuk kemudian Anda manfaatkan dalam kehidupan. Kandungan buku ini mengungkap 12 rahasia yang dapat membantu Anda menemukan, memanfaatkan, dan mendayagunakan (empowerment) seluruh potensi diri, sehingga dapat menemukan cara-cara belajar yang bisa membuat Anda berteriak penuh semangat: WOW! Belajar itu ternyata menyenangkan. Semua manusia pembelajar (siswa-mahasiswa, guru-dosen, pria-wanita, tua-muda) sangat membutuhkan buku ini, termasuk Anda.
Di dalam buku ini, Anda pun akan menjumpai pesan-pesan utama berupa quotation, fatwa-fatwa religius, dan kata-kata bijak beberapa pembelajar sukses dan ternama. Saya berharap pesan-pesan utama tersebut dapat menjelma menjadi spirit of change, menginspirasi Anda untuk melakukan perubahan signifikan menuju prestasi gemilang.
BAGAIMANA ANDA MENGGUNAKAN BUKU INI?
APAKAH ANDA sering merasa kaku, saat membaca buku harus selalu runut dari bagian depan? Jangan khawatir, buku ini menawarkan banyak kemudahan dan kelebihan. Anda dapat mulai membacanya dari bagian awal, tengah, bahkan dari bagian penutupnya. Semuanya terserah Anda!
Buku ini disusun dengan bahasa yang mudah dimengerti. Semua isinya adalah endapan pengalaman saya, selama hampir sepuluh tahun menggeluti profesi sebagai trainer dan motivator pengembangan minat dan kecakapan belajar. Selain itu, Anda bisa menjadikan buku ini sebagai hadiah spesial untuk Anda persembahkan kepada orang terdekat Anda, putri-putri Anda, orang tua Anda, sanak-kerabat Anda, atau sahabat terkarib Anda.
Demikianlah, saya berharap dapat membantu Anda menemukan cara-cara baru belajar yang lebih efektif dan lebih fun. Selamat menikmati petualangan membaca buku ini, semoga tetap merasa nyaman dan tetap tertantang.
Senang rasanya berbagi pengetahuan besar kepada Anda.
Jumat, 11 September 2009
ARTIKEL: Jangan Bilang Tidak Bisa!
ADA satu kalimat yang enteng, tapi akibatnya luar biasa. Kalimat itu adalah, “Saya tidak bisa!” Begitu kalimat ini melekat dalam benak Anda, menjadi stimulus yang setiap hari meracuni otak Anda, maka Anda akan menjelma sebagai pribadi yang tidak bisa melakukan apa saja. Karena itu, yakinkan diri Anda. Pastikan bahwa Anda bisa! Pastikan bahwa Anda memang menghendaki terjadinya perubahan. Anda memang mau mencapai tujuan hidup yang telah Anda canangkan sebelumnya. Baiklah, Anda hanya perlu merenung sejenak, lalu bertanya pada nurani Anda, “Benarkah saya ingin sukses?” Ingat: SUKSES, SUKSES, dan SUKSES.
Jangan tegang, santai saja. Menentukan tujuan hidup atau menuliskan visi yang hendak Anda raih tidak berarti harus dengan mengerutkan kening, apalagi sambil memeras otak. Buang jauh-jauh perasaan itu. Relaks, bro! Banyak yang bisa Anda lakukan, jika Anda berpikir Anda bisa melakukannya.
Reka atau susun ulang kembali tujuan hidup Anda. Apa sebenarnya yang ingin Anda capai? Dan, bagaimana Anda akan mencapainya? Juga, apa yang sudah Anda lakukan untuk mencapai tujuan itu? Kaji kembali tujuan hidup Anda. Coba renungkan sedalam-dalamnya. Jika perlu, ketik ulang di komputer, lalu cetak. Tempelkan pada dinding kamar, di meja kerja, atau pada tempat mana saja yang mudah Anda lihat setiap hari. Sehingga, setiap kali Anda melihatnya, setiap kali pula Anda akan membacanya, lalu termotivasi untuk terus mewujudkan tujuan tersebut.
Ingatlah, tidak ada yang bisa mengubah nasib Anda, kecuali Anda sendiri yang mengubahnya. Sekarang, coba telisik kembali diri Anda. Saya sarankan Anda membaca beberapa terapi berikut ini.
Benarkah Anda sudah merancang tujuan hidup Anda? Merancang tujuan hidup Anda memang bukan satu-satunya garansi yang dapat menjamin keberhasilan Anda. Namun, setidaknya, hal tersebut akan mengarahkan Anda pada 3 (tiga) hal, yakni (1) dari mana Anda akan memulai, (2) ke mana arah yang akan Anda tuju, dan (3) bagaimana Anda melakukannya.
Benarkah Anda sudah mengetahui potensi diri, terutama kelemahan dan kekuatan Anda? Jika belum, telisik kembali diri Anda. Baca dan terapkan kembali tindak latih sebelumnya, terutama tentang penelusuran kelemahan dan kekuatan. Jika Anda sudah mengetahui potensi Anda, berarti Anda telah melakukan lompatan besar dalam hidup Anda, dengan memetakan kekuatan dan kelemahan Anda. Karenanya, Anda akan mampu untuk, (1) memperdalam kekuatan, dan (2) memperkecil kelemahan.
Benarkah Anda telah siap menghadapi problematika kehidupan? Jika Anda memimpikan kesuksesan hidup, Anda harus selalu ceria dan tampak hidup. Pepatah menegaskan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Jadi, tak perlu mencemaskan kegagalan. Anda juga tak perlu merisaukan masalah yang menghadang. Bukankah jika kita tidak pernah mendapat masalah, kita tak akan pernah tumbuh dan berkembang?
Benarkah Anda berani mengatur jadwal hidup Anda secara sadar dan penuh disiplin? Jangan biarkan waktu mengatur Anda. Andalah yang seharusnya mengatur waktu. Para pengusaha ternama atau orang-orang yang sukses memiliki jatah waktu yang sama seperti jatah waktu yang Anda miliki. Sama-sama 24 jam dalam sehari. Hanya saja, mereka berhasil mengendalikan, mengatur, dan menguasai waktu.
Bagaimana dengan Anda? Tentu saja, Anda pun bisa. Ingatlah, jangan sampai Anda yang dikendalikan, diatur, apalagi dikuasai oleh waktu. Yang penting bagi kita adalah keyakinan. Dan keyakinan paling mendasar adalah percaya diri. Karena itu, jangan bilang tidak bisa.
Salam Cemerlang
Jangan tegang, santai saja. Menentukan tujuan hidup atau menuliskan visi yang hendak Anda raih tidak berarti harus dengan mengerutkan kening, apalagi sambil memeras otak. Buang jauh-jauh perasaan itu. Relaks, bro! Banyak yang bisa Anda lakukan, jika Anda berpikir Anda bisa melakukannya.
Reka atau susun ulang kembali tujuan hidup Anda. Apa sebenarnya yang ingin Anda capai? Dan, bagaimana Anda akan mencapainya? Juga, apa yang sudah Anda lakukan untuk mencapai tujuan itu? Kaji kembali tujuan hidup Anda. Coba renungkan sedalam-dalamnya. Jika perlu, ketik ulang di komputer, lalu cetak. Tempelkan pada dinding kamar, di meja kerja, atau pada tempat mana saja yang mudah Anda lihat setiap hari. Sehingga, setiap kali Anda melihatnya, setiap kali pula Anda akan membacanya, lalu termotivasi untuk terus mewujudkan tujuan tersebut.
Ingatlah, tidak ada yang bisa mengubah nasib Anda, kecuali Anda sendiri yang mengubahnya. Sekarang, coba telisik kembali diri Anda. Saya sarankan Anda membaca beberapa terapi berikut ini.
Benarkah Anda sudah merancang tujuan hidup Anda? Merancang tujuan hidup Anda memang bukan satu-satunya garansi yang dapat menjamin keberhasilan Anda. Namun, setidaknya, hal tersebut akan mengarahkan Anda pada 3 (tiga) hal, yakni (1) dari mana Anda akan memulai, (2) ke mana arah yang akan Anda tuju, dan (3) bagaimana Anda melakukannya.
Benarkah Anda sudah mengetahui potensi diri, terutama kelemahan dan kekuatan Anda? Jika belum, telisik kembali diri Anda. Baca dan terapkan kembali tindak latih sebelumnya, terutama tentang penelusuran kelemahan dan kekuatan. Jika Anda sudah mengetahui potensi Anda, berarti Anda telah melakukan lompatan besar dalam hidup Anda, dengan memetakan kekuatan dan kelemahan Anda. Karenanya, Anda akan mampu untuk, (1) memperdalam kekuatan, dan (2) memperkecil kelemahan.
Benarkah Anda telah siap menghadapi problematika kehidupan? Jika Anda memimpikan kesuksesan hidup, Anda harus selalu ceria dan tampak hidup. Pepatah menegaskan bahwa kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda. Jadi, tak perlu mencemaskan kegagalan. Anda juga tak perlu merisaukan masalah yang menghadang. Bukankah jika kita tidak pernah mendapat masalah, kita tak akan pernah tumbuh dan berkembang?
Benarkah Anda berani mengatur jadwal hidup Anda secara sadar dan penuh disiplin? Jangan biarkan waktu mengatur Anda. Andalah yang seharusnya mengatur waktu. Para pengusaha ternama atau orang-orang yang sukses memiliki jatah waktu yang sama seperti jatah waktu yang Anda miliki. Sama-sama 24 jam dalam sehari. Hanya saja, mereka berhasil mengendalikan, mengatur, dan menguasai waktu.
Bagaimana dengan Anda? Tentu saja, Anda pun bisa. Ingatlah, jangan sampai Anda yang dikendalikan, diatur, apalagi dikuasai oleh waktu. Yang penting bagi kita adalah keyakinan. Dan keyakinan paling mendasar adalah percaya diri. Karena itu, jangan bilang tidak bisa.
Salam Cemerlang
Label:
khrisna pabichara,
learning revolution,
motivasi
ARTIKEL: Meramu Semangat Baru
SIAPA di antara kita yang tidak pernah men-dengar atau membaca kata semangat? Pasti kita semua pernah mendengarnya. Setidaknya, kita sering meneriaki diri sendiri dengan, “AYO, SEMANGAT!”
Ya, bagi seorang karyawan atau pekerja keras dan pekerja cerdas, semangat adalah hal yang niscaya. Setiap hari menghadapi tugas yang sama, menyelesaikan masalah yang sama, melihat suasana tempat kerja yang sama, dan melihat teman-teman kerja yang melulu sama, pasti bisa memicu bertumbuh-kembangnya rasa bosan. Dan obatnya hanya satu, semangat.
Setiap karyawan tentunya dituntut bertanggung jawab memberikan hasil yang baik dalam mengerjakan tugas-tugas yang diembannya. Pemilik perusahaan ataupun atasan langsung, pasti tidak akan menerima alasan “saya sedang tidak bersemangat” jika hasil pekerjaan Anda tidak memenuhi harapan.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mempertahankan dan terus menyalakan bara semangat.
Bersikap rendah hati. Bersikap rendah hati itu adalah tantangan besar yang tidak semua orang mampu melakukannya. Apalagi jika orang-orang di sekitar kita dipenuhi oleh orang-orang yang gemar beternak prasangka, selalu memandang dengan tatapan curiga, berpandangan sempit, dan suka menggali kuburan bagi rekan kerjanya. Namun, Anda harus tetap berusaha rendah hati. Ketika Anda adalah seorang komandan yang memimpin beberapa anak-buah, tetaplah rendah hati. Jika bawahan Anda melakukan kesalahan, tidak perlu berkoar dan membuatnya malu. Ajaklah bicara, kalau perlu empat mata, tanyakan kenapa terjadi kesalahan. Dengan begitu, selain Anda tidak mendapat musuh baru dalam selimut, kinerja bawahan Anda pun bisa meningkat.
Sadarilah bahwa hidup ini persaingan. Di luar, banyak yang antri menunggu lowongan kerja. Sekali Anda tergelincir yang mengakibatkan Anda terpaksa diberhentikan, banyak yang siap menggantikan posisi Anda. Jadi, terus pelihara semangat bekerja Anda. Persaingan sering tidak bersahabat, siapa yang tanggap pasti lebih berpeluang. Sedang yang lebih memilih bersantai ria, malas-malasan, pasrah pada keadaan, tidak kreatif, pasti akan tergusur. Meyakini bahwa dunia kerja adalah persaingan yang dahsyat adalah modal awal untuk membangkitkan semangat.
Jangan suka menang sendiri. Mentang-mentang atasan, segalanya diputuskan sendiri. Sebaliknya, jangan karena Anda karyawan rendahan lalu enggan meminta saran pimpinan. Belajarlah untuk meminta pendapat, baik pada atasan maupun pada bawahan atau rekan kerja Anda. Ketika Anda bertemu masalah yang membuat Anda berdiri di simpang ragu, cepatlah meminta pendapat orang yang Anda percayai. Jangan memendam suka ataupun duka sendirian. Kadang Anda perlu teman curhat, tempat mencurahkan perhatian.
Hilangkan kebiasaan bekerja setengah hati. Jangan tunda pekerjaan sampai menumpuk. Jangan ambil risiko dengan menunda penyelasaian masalah. Petuah leluhur kita pantas menjadi dasar pijakan, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Segera tangani tugas dan tanggung jawab Anda. Segera selesaikan amanah yang Anda pikul.
Jika tidak yakin pada satu jalan, segera pindah ke jalan yang lain. Laksana memutar rekaman film, jika tidak suka, jangan paksa diri untuk terus menonton sampai selesai. Matikan saja, ganti filmnya. Mudah, kan? Hidup ini pilihan. Terkadang kita salah memilih jalan. Dan, ketika itu terjadi, tidak perlu menepak kening atau meratapi kesalahan. Cukup dengan satu langkah, cari jalan lain untuk dicoba. Pada setiap ke-putusan dan perubahan selalu ada risiko: sukses atau gagal. Itu saja!
Jaga wibawa memang perlu, tapi tak perlu berdusta. Dalam cerita Wiro Sableng, ada tokoh yang bernama Kakek Segala Tahu. Dalam kehidupan sehari-hari, ada tokoh bernama Seseorang Yang Sok Tahu. Jangan sampai saya, juga Anda, menjadi pemeran tokoh itu. Ada kalanya memang kita harus jaga wibawa. Namun, ketika teman kerja menanyakan sesuatu yang tidak kita ketahui, tidak perlu sibuk menjaga wibawa, lalu menjadi sok tahu. Ingatlah, mengatakan tahu padahal tidak tahu akan merugikan diri sendiri, teman yang bertanya, bahkan perusahaan tempat Anda bekerja. Jadi, lebih baik berkata tidak tahu daripada pura-pura tahu, tapi membawa bencana.”
Atur pekerjaan Anda berdasarkan skala prioritas. Seringkali banyak orang yang bekerja berdasarkan apa yang mereka suka, bukan apa yang seharusnya segera diselesaikan. Padahal, setiap pekerjaan memiliki beban dan tanggung jawab yang berbeda. Karena itu, pilihlah pekerjaan yang lebih penting dan mendesak untuk lebih dahulu diselesaikan.
Usahakan tidak bergunjing. Tanpa Anda sadari, kerapkali pekerjaan kantor terabaikan karena rekan kerja yang datang tiba-tiba mengajak berbincang-bincang. Hal ini, bisa saja, membuat Anda larut hingga melupakan pekerjaan. Demikian halnya dengan internet jika ada di kantor, sering menjadi pemecah konsentrasi dan semangat kerja, terutama kebiasaan chatting atau main facebook pada jam sibuk. Sekali lagi, lebih baik Anda menghabiskan waktu dulu untuk menyelesaikan pekerjaan Anda daripada menggunjingkan sesuatu yang belum tentu jelas kebenaran dan manfaatnya.
Utamakan kejujuran dan loyalitas. Ada banyak cara untuk menggali kuburan sendiri. Di antaranya, berbuat curang dan tidak jujur. Namun, yakin saja, begitu seseorang ketahuan melakukan kecurangan, akibatnya akan sangat menyakitkan. Misalnya, kehilangan pekerjaan. Jadi, mari kita berusaha sekuat tenaga untuk menjaga loyalitas dan kejujuran. Lebih baik mendapat sedikit tetapi halal dan jelas-jelas hak kita, daripada berbuat curang yang akibatnya sangat merugikan, baik bagi kita secara pribadi maupun bagi perusahaan.
Akhirnya, berilah waktu bagi tubuh Anda untuk istirahat. Ketika tubuh merasa lelah, tidak ada salahnya Anda meregangkan dan melemaskan otot. Ketika pekerjaan selesai, ada untungnya jika Anda coba mengendurkan ketegangan.
Ayo, tetap semangat!
Ya, bagi seorang karyawan atau pekerja keras dan pekerja cerdas, semangat adalah hal yang niscaya. Setiap hari menghadapi tugas yang sama, menyelesaikan masalah yang sama, melihat suasana tempat kerja yang sama, dan melihat teman-teman kerja yang melulu sama, pasti bisa memicu bertumbuh-kembangnya rasa bosan. Dan obatnya hanya satu, semangat.
Setiap karyawan tentunya dituntut bertanggung jawab memberikan hasil yang baik dalam mengerjakan tugas-tugas yang diembannya. Pemilik perusahaan ataupun atasan langsung, pasti tidak akan menerima alasan “saya sedang tidak bersemangat” jika hasil pekerjaan Anda tidak memenuhi harapan.
Ada beberapa hal yang bisa kita lakukan untuk mempertahankan dan terus menyalakan bara semangat.
Bersikap rendah hati. Bersikap rendah hati itu adalah tantangan besar yang tidak semua orang mampu melakukannya. Apalagi jika orang-orang di sekitar kita dipenuhi oleh orang-orang yang gemar beternak prasangka, selalu memandang dengan tatapan curiga, berpandangan sempit, dan suka menggali kuburan bagi rekan kerjanya. Namun, Anda harus tetap berusaha rendah hati. Ketika Anda adalah seorang komandan yang memimpin beberapa anak-buah, tetaplah rendah hati. Jika bawahan Anda melakukan kesalahan, tidak perlu berkoar dan membuatnya malu. Ajaklah bicara, kalau perlu empat mata, tanyakan kenapa terjadi kesalahan. Dengan begitu, selain Anda tidak mendapat musuh baru dalam selimut, kinerja bawahan Anda pun bisa meningkat.
Sadarilah bahwa hidup ini persaingan. Di luar, banyak yang antri menunggu lowongan kerja. Sekali Anda tergelincir yang mengakibatkan Anda terpaksa diberhentikan, banyak yang siap menggantikan posisi Anda. Jadi, terus pelihara semangat bekerja Anda. Persaingan sering tidak bersahabat, siapa yang tanggap pasti lebih berpeluang. Sedang yang lebih memilih bersantai ria, malas-malasan, pasrah pada keadaan, tidak kreatif, pasti akan tergusur. Meyakini bahwa dunia kerja adalah persaingan yang dahsyat adalah modal awal untuk membangkitkan semangat.
Jangan suka menang sendiri. Mentang-mentang atasan, segalanya diputuskan sendiri. Sebaliknya, jangan karena Anda karyawan rendahan lalu enggan meminta saran pimpinan. Belajarlah untuk meminta pendapat, baik pada atasan maupun pada bawahan atau rekan kerja Anda. Ketika Anda bertemu masalah yang membuat Anda berdiri di simpang ragu, cepatlah meminta pendapat orang yang Anda percayai. Jangan memendam suka ataupun duka sendirian. Kadang Anda perlu teman curhat, tempat mencurahkan perhatian.
Hilangkan kebiasaan bekerja setengah hati. Jangan tunda pekerjaan sampai menumpuk. Jangan ambil risiko dengan menunda penyelasaian masalah. Petuah leluhur kita pantas menjadi dasar pijakan, “Sedikit demi sedikit, lama-lama menjadi bukit.” Segera tangani tugas dan tanggung jawab Anda. Segera selesaikan amanah yang Anda pikul.
Jika tidak yakin pada satu jalan, segera pindah ke jalan yang lain. Laksana memutar rekaman film, jika tidak suka, jangan paksa diri untuk terus menonton sampai selesai. Matikan saja, ganti filmnya. Mudah, kan? Hidup ini pilihan. Terkadang kita salah memilih jalan. Dan, ketika itu terjadi, tidak perlu menepak kening atau meratapi kesalahan. Cukup dengan satu langkah, cari jalan lain untuk dicoba. Pada setiap ke-putusan dan perubahan selalu ada risiko: sukses atau gagal. Itu saja!
Jaga wibawa memang perlu, tapi tak perlu berdusta. Dalam cerita Wiro Sableng, ada tokoh yang bernama Kakek Segala Tahu. Dalam kehidupan sehari-hari, ada tokoh bernama Seseorang Yang Sok Tahu. Jangan sampai saya, juga Anda, menjadi pemeran tokoh itu. Ada kalanya memang kita harus jaga wibawa. Namun, ketika teman kerja menanyakan sesuatu yang tidak kita ketahui, tidak perlu sibuk menjaga wibawa, lalu menjadi sok tahu. Ingatlah, mengatakan tahu padahal tidak tahu akan merugikan diri sendiri, teman yang bertanya, bahkan perusahaan tempat Anda bekerja. Jadi, lebih baik berkata tidak tahu daripada pura-pura tahu, tapi membawa bencana.”
Atur pekerjaan Anda berdasarkan skala prioritas. Seringkali banyak orang yang bekerja berdasarkan apa yang mereka suka, bukan apa yang seharusnya segera diselesaikan. Padahal, setiap pekerjaan memiliki beban dan tanggung jawab yang berbeda. Karena itu, pilihlah pekerjaan yang lebih penting dan mendesak untuk lebih dahulu diselesaikan.
Usahakan tidak bergunjing. Tanpa Anda sadari, kerapkali pekerjaan kantor terabaikan karena rekan kerja yang datang tiba-tiba mengajak berbincang-bincang. Hal ini, bisa saja, membuat Anda larut hingga melupakan pekerjaan. Demikian halnya dengan internet jika ada di kantor, sering menjadi pemecah konsentrasi dan semangat kerja, terutama kebiasaan chatting atau main facebook pada jam sibuk. Sekali lagi, lebih baik Anda menghabiskan waktu dulu untuk menyelesaikan pekerjaan Anda daripada menggunjingkan sesuatu yang belum tentu jelas kebenaran dan manfaatnya.
Utamakan kejujuran dan loyalitas. Ada banyak cara untuk menggali kuburan sendiri. Di antaranya, berbuat curang dan tidak jujur. Namun, yakin saja, begitu seseorang ketahuan melakukan kecurangan, akibatnya akan sangat menyakitkan. Misalnya, kehilangan pekerjaan. Jadi, mari kita berusaha sekuat tenaga untuk menjaga loyalitas dan kejujuran. Lebih baik mendapat sedikit tetapi halal dan jelas-jelas hak kita, daripada berbuat curang yang akibatnya sangat merugikan, baik bagi kita secara pribadi maupun bagi perusahaan.
Akhirnya, berilah waktu bagi tubuh Anda untuk istirahat. Ketika tubuh merasa lelah, tidak ada salahnya Anda meregangkan dan melemaskan otot. Ketika pekerjaan selesai, ada untungnya jika Anda coba mengendurkan ketegangan.
Ayo, tetap semangat!
Label:
khrisna pabichara,
learning revolution,
motivasi
Rabu, 09 September 2009
ARTIKEL: Robohkan Penjara Mental
Catatan: Sebuah tulisan sederhana untuk sekadar mengukuhkan kembali "semangat" dan "gairah" hidup kita.
ROBOHKAN PENJARA MENTAL
Khrisna Pabichara
HAL TERBURUK yang paling sering kita lakukan adalah tidak percaya pada kemampuan diri sendiri. Padahal, logikanya, jika kita saja tidak percaya diri sendiri, lantas siapa yang bisa memercayai bakat atau talenta yang kita miliki?
Apalagi jika kita sedang dalam kondisi tertekan, tanpa sengaja kita membelenggu diri sendiri dan memenjara keyakinan diri. Meragukan diri sendiri. Bahkan, ada yang cenderung menghakimi diri sendiri dengan cap pecundang atau si bodoh seperti katak di bawah tempurung.
Pada saat Anda merasa kaya dan sukses, kemampuan berpikir Anda akan berbeda sekali dengan ketika Anda merasa miskin dan gagal. Ketika Anda baru diterima bekerja pada sebuah perusahaan, perasaan Anda akan sangat berbeda dengan ketika Anda di PHK atau diberhentikan. Begitu pula, pada saat Anda merasa depresi dan sangat tertekan, imajinasi dan ide Anda akan berbeda sekali dengan ketika Anda sedang gembira dan sangat bahagia.
Jadi, intinya, kita sendiri yang menciptakan kondisi mental kita. Al-Gazhali berpesan, "Kita menjadi seperti apa yang kita yakini."
Ya, jika kita merasa sebagai seorang pecundang, jangan harap kita akan bisa menjadi pemenang, karena perilaku dan usaha kita adalah perilaku dan usaha pecundang. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa respons fisiologis dapat diubah dengan sengaja. Artinya, jika kita bisa memilih menjadi lebih baik, mengapa harus memilih menjadi lebih buruk?
Ada dua prinsip kuat, meminjam istilah Prescott Lecky, yang dapat mengubah kepercayaan dan mengatasi ketakutan, hal yang hampir menimpa semua orang.
Pertama, keyakinan bahwa kita mampu mengerjakan tanggung jawab kita sehingga kita cukup mampu menunjukkan kemandirian kita. Dan, kedua, keyakinan bahwa ada sesuatu dalam diri kita yang membuat kita sejajar dengan orang lain dalam hal bakat dan kemampuan, dan bahwa kita tidak semestinya meremehkan diri sendiri atau membiarkan diri kita merasa terhina.
Ada beberapa contoh penjara mental yang sering kita bangun sendiri. Semisal:
“Saya terlanjur kecewa, tidak mungkin berubah lagi...”
“Menunggu itu pekerjaan yang paling membosankan...”
“Hanya ada satu cara...”
“Saya tidak akan mencoba lagi, sudah gagal satu kali...”
“Masalah ini sangat berat, tidak ada solusi yang tepat...”
“Saya merasa tidak nyaman dengan si B...”
“Ini bukan kesalahan saya, ini rekayasa, sabotase...”
Sesuatu yang kita pikirkan, katakan atau lakukan, sangat memengaruhi kondisi mental kita. Sekarang, bagaimana jika kita merobohkan penjara mental tadi, dengan menanamkan tekad yang teguh dalam hati.
Coba kita ubah kalimat negatif dalam mental kita.
“Saya dapat pulih dengan cepat sesudah merasa kecewa.”
“Jika memang harus menunggu, saya akan melakukannya dengan sabar...”
“Selalu ada cara lain untuk melakukan hal yang sama...”
“Kegagalan itu terjadi karena ada proses yang tidak tepat, maka saya akan melakukannya lagi dengan membenahi kekurangan itu...”
“Semua masalah selalu bisa dipecahkan...”
“Banyak hal yang bisa saya pelajari dari si B...”
“Ada beberapa hal yang belum optimal, segera saya perbaiki...”
Hubungan antara kecerdasan hati dengan kemampuan berpikir mirip dengan hubungan antara mobil dengan pengendaranya. Seorang pengendara andal, bisa jadi, tidak bisa berbuat apa-apa, jika mobil yang dikendalikannya “tidak hebat”. Sebaliknya, sebuah mobil hebat pun tidak berguna sama sekali, jika pengendaranya tidak bisa mengendalikan kendaraan dengan baik.
Kecerdasan hati, ibarat seorang sopir, adalah pengendali. Keterampilan berpikir, laksana sebuah mobil, adalah potensi. Keduanya laksana dua sisi uang logam, saling mendukung dan saling melengkapi, layaknya mobil dan pengendaranya.
Dan, kita semua, jika berharap sukses dalam hidup ini, harus bisa memiliki keduanya, kecerdasan hati dan kemampuan berpikir. Karena itu, robohkan penjara itu! Sekarang!
Jangan tunggu keajaiban datang untuk mengubah hidup Anda.
ROBOHKAN PENJARA MENTAL
Khrisna Pabichara
HAL TERBURUK yang paling sering kita lakukan adalah tidak percaya pada kemampuan diri sendiri. Padahal, logikanya, jika kita saja tidak percaya diri sendiri, lantas siapa yang bisa memercayai bakat atau talenta yang kita miliki?
Apalagi jika kita sedang dalam kondisi tertekan, tanpa sengaja kita membelenggu diri sendiri dan memenjara keyakinan diri. Meragukan diri sendiri. Bahkan, ada yang cenderung menghakimi diri sendiri dengan cap pecundang atau si bodoh seperti katak di bawah tempurung.
Pada saat Anda merasa kaya dan sukses, kemampuan berpikir Anda akan berbeda sekali dengan ketika Anda merasa miskin dan gagal. Ketika Anda baru diterima bekerja pada sebuah perusahaan, perasaan Anda akan sangat berbeda dengan ketika Anda di PHK atau diberhentikan. Begitu pula, pada saat Anda merasa depresi dan sangat tertekan, imajinasi dan ide Anda akan berbeda sekali dengan ketika Anda sedang gembira dan sangat bahagia.
Jadi, intinya, kita sendiri yang menciptakan kondisi mental kita. Al-Gazhali berpesan, "Kita menjadi seperti apa yang kita yakini."
Ya, jika kita merasa sebagai seorang pecundang, jangan harap kita akan bisa menjadi pemenang, karena perilaku dan usaha kita adalah perilaku dan usaha pecundang. Para ilmuwan telah membuktikan bahwa respons fisiologis dapat diubah dengan sengaja. Artinya, jika kita bisa memilih menjadi lebih baik, mengapa harus memilih menjadi lebih buruk?
Ada dua prinsip kuat, meminjam istilah Prescott Lecky, yang dapat mengubah kepercayaan dan mengatasi ketakutan, hal yang hampir menimpa semua orang.
Pertama, keyakinan bahwa kita mampu mengerjakan tanggung jawab kita sehingga kita cukup mampu menunjukkan kemandirian kita. Dan, kedua, keyakinan bahwa ada sesuatu dalam diri kita yang membuat kita sejajar dengan orang lain dalam hal bakat dan kemampuan, dan bahwa kita tidak semestinya meremehkan diri sendiri atau membiarkan diri kita merasa terhina.
Ada beberapa contoh penjara mental yang sering kita bangun sendiri. Semisal:
“Saya terlanjur kecewa, tidak mungkin berubah lagi...”
“Menunggu itu pekerjaan yang paling membosankan...”
“Hanya ada satu cara...”
“Saya tidak akan mencoba lagi, sudah gagal satu kali...”
“Masalah ini sangat berat, tidak ada solusi yang tepat...”
“Saya merasa tidak nyaman dengan si B...”
“Ini bukan kesalahan saya, ini rekayasa, sabotase...”
Sesuatu yang kita pikirkan, katakan atau lakukan, sangat memengaruhi kondisi mental kita. Sekarang, bagaimana jika kita merobohkan penjara mental tadi, dengan menanamkan tekad yang teguh dalam hati.
Coba kita ubah kalimat negatif dalam mental kita.
“Saya dapat pulih dengan cepat sesudah merasa kecewa.”
“Jika memang harus menunggu, saya akan melakukannya dengan sabar...”
“Selalu ada cara lain untuk melakukan hal yang sama...”
“Kegagalan itu terjadi karena ada proses yang tidak tepat, maka saya akan melakukannya lagi dengan membenahi kekurangan itu...”
“Semua masalah selalu bisa dipecahkan...”
“Banyak hal yang bisa saya pelajari dari si B...”
“Ada beberapa hal yang belum optimal, segera saya perbaiki...”
Hubungan antara kecerdasan hati dengan kemampuan berpikir mirip dengan hubungan antara mobil dengan pengendaranya. Seorang pengendara andal, bisa jadi, tidak bisa berbuat apa-apa, jika mobil yang dikendalikannya “tidak hebat”. Sebaliknya, sebuah mobil hebat pun tidak berguna sama sekali, jika pengendaranya tidak bisa mengendalikan kendaraan dengan baik.
Kecerdasan hati, ibarat seorang sopir, adalah pengendali. Keterampilan berpikir, laksana sebuah mobil, adalah potensi. Keduanya laksana dua sisi uang logam, saling mendukung dan saling melengkapi, layaknya mobil dan pengendaranya.
Dan, kita semua, jika berharap sukses dalam hidup ini, harus bisa memiliki keduanya, kecerdasan hati dan kemampuan berpikir. Karena itu, robohkan penjara itu! Sekarang!
Jangan tunggu keajaiban datang untuk mengubah hidup Anda.
Label:
khrisna pabichara,
motivasi,
spiritual power
Langganan:
Postingan (Atom)